Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja

Tempat kerja adalah tempat seseorang untuk mencari nafkah, tidak dipungkiri untuk mencari nafkah seseorang tidak terlepas dari yang namanya stres. Ada sebagian mengelola stressnya dengan hal yang positif ada juga yang mengelola stressnya dengan negatif. Maka, pada tanggal 10 Oktober WHO memperingati hari Kesehatan Jiwa Sedunia, agar meningkatkan kesadaran seluruh warga warga dunia akan pentingnya masalah kesehatan jiwa serta memobilisasi segala upaya untuk mendukung kesehatan jiwa. Kementerian Kesehatan Indonesia khususnya, membidik Kesehatan Jiwa di tempat kerja karena banyak perusahaan tidak memberikan fasilitas karyawannya untuk konsultasi kepada Psikologi atau Psikiater.

Di Indonesia, dilakukan survey pada salah satu perusahaan kimia dengan melibatkan lebih dari 1900 pekerja juga menunjukkan lebih dari 20% mengalami gangguan mental emosional. (Mansyur Muchtaruddin; Universitas Indonesia)

Dr. dr. Fidiansjah Sp, KJ, MPH selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan dr. Eka Viora Sp, KJ, selaku ketua pengurus Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia. Narasumber dalam acara temu blogger, mengemukakan “Kesehatan Jiwa di tempat kerja berkaitan dengan produktivitas di tempat kerja. Permasalahan di tempat kerja berdampak dengan di rumah, yang jadi korban anaknya. Kalau kesehatan jiwa tidak dapat dikenali, maka upaya mengatasi permasalahan sulit dilakukan.”

Kasus-kasus Keselamatan dan Kesehatan Karyawan :

  • Bahaya Asbes dalam kesehatan.
  • Penyakit Infeksi : Kasus SARS.
  • Alkoholisme dan Penyalahgunaan Zat Kimia.
  • Stres, Burnout (Kelelahan Mental), dan Depresi.
  • Masalah Kesehatan yang berkaitan dengan komputer.
  • Merokok di tempat kerja.
  • Kekerasan di Tempat Kerja.

Faktor-faktor Lingkungan Kerja :

  • Faktor Fisika : bising, getaran, radiasi, penerangan kurang baik, temperature extreme.
  • Faktor Biologi : virus, bakteri, jamur, parasites, insects, dll.
  • Faktor Kimia : debu, gas, asap, kabut, dll.
  • Faktor Ergonomi : tenaga terlalu diporsir, salah gerakan, tingkat beban terlalu berat, job monotory, dll.
  • Faktor Psikologi : berhubungan dengan orang, pekerjaan, dan lingkungan kerja.

Penyebab Penyakit Akibat Kerja :

  • Golongan fisika : suhu ekstreme, bising, pencahayaan, vibrasi, radiasi pengion dan non pengion dan tekanan udara.
  • Golongan Kimia : semua kimia dalam bentuk debu, uap, uap logam, gas, kabut, partikel nano dan lain-lain.
  • Golongan biologi : bakteri, virus, bioaerosol, dll.
  • Golongan Ergonomi : angkat angkut berat, posisi kerja janggal, pososo kerja statis, gerak repetitive, penerangan, Visual Display Terminal (VDT), dll.
  • Golongan Psikososial : bahan kerja kualiatif dan kuantitatif, organisasi kerja, kerja monoton, hubungan interpersonal, kerja shift, lokasi kerja, kekerasan, narkotika, pelecehan, dll.

Pencegahan Penyakit Akibat Kerja :

  • Melakukan idenfikasi potensi bahaya penyakit akibat kerja.
  • Promosi kesehatan kerja sesuai dengan hasil idenfikasi potensi bahaya yang ada di tempa kerja.
  • Melakukan pengendalian potensi bahaya di tempa kerja.
  • Pemberian informasi mengenai alat pelindung diri yang sesuai dengan potensi bahaya yang ada di tempat kerja dan dan cara dengan potensi bahaya yang ada di tempat kerja dan cara pemakaian alat pelindung diri yang benar.
  • Pemberian imunisasi bagi pekerja yang terpajan dengan agen biologi tertentu.

Pekerja mempunyai risiko terhadap masalah kesehatan yang disebabkan oleh proses kerja, lingkungan kerja serta perilaku kesehatan pekerja. Tempat dan lingkungan kerja yang sehat menguntungkan peserta dan pengusaha. Hari ini karena penelitian dan pengetahuan fungsi otak, gangguan jiwa dapat didiagnosis dan ditangani secara efektif, dan sebagian besa dari mereka yang memiliki pernyakit ini dapat pulih dan menjaani kehidupan yang memuaskan, pergi ke sekolah, bekerja, mebesarkan keluarga dan menjadi warga Negara yang produktif di masyarakat.

Penemuan Dini Penyakit Akibat Kerja :

  • Pemeriksaan kesehatan pra kerja.
  • Pemeriksaan berkala.
  • Pemeriksaan khusus.
  • Surveilans kesehatan pekerja dan lingkungan kerja.

Jadi, mari kita rayakan hari Kesehatan Jiwa sedunia bertujuan bagi para pemangku kepentingan untuk bahu membahu dalam rangka mewujudkan masyarakat kesehatan yang sehat jiwanya di seluruh dunia.

Iklan

One Comment Add yours

  1. phadliharahapp berkata:

    Emang enggak enak banget rasanya tertekan di tempat kerja

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s