Imunisasi adalah Hak Anak

Banyak masyarakat khususnya Indonesia menganggap Imunisasi itu membahayakan anak, karena menimbulkan panas tubuh sianak naik. Dan juga beranggapan bahwa vaksinnya itu mengandung Babi dan haram jika ingin melakukan imunisasi. Maka, banyak yang tidak mau anak mereka untuk imunisasi. Vaksinasi disebut juga imunisasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut.

Imunisasi sangat penting untuk kesehatan Bayi, Batita (di bawah tiga tahun) Balita (di bawah lima tahun), anak-anak. Karena usia tersebut sangat rentan akan penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain : Hepatitis B, Hepatitis infeksi HIB, BCG, Polio, Campak/HR, Difteri, Tetanus. Maka, demi kesehatan anak sangat dianjurkan untuk imunasasi dari bayi baru hingga berusia 18 bulan.

Berikut penjelasan tentang penyakit-penyakit yang dapat di cegah dalam Imunasasi :

  • Campak : penyakit dapat menyebabkan komplikasi radang paru, radang otak, dan kebutaan. Infeksi rubella pada Ibu hamil mengakibatkan catat pada janin yang dikandung.
  • Polio : penyakit dapat menyebabkan kelumpuhan.
  • DPT-HB-HIB : 1 Vaksin dapat mencegah 5 penyakit Difetri, Pertusis, Hepatitis B infeksi Hib yang menyebabkan radang selaput otak (Mignitis) dan radang paru-paru (Pneumonia).
  • BCG : menyebabkan batu berdarah, kerusakan paru-paru dan komplikasi berat seperti TBC Tulang, Kelenjar, Otak maupun seluruh tubuh.
  • Hepatitis (HB) O : Hepatitis B menyebabkan kerusakan hati.

Berikut jadwal untu melakukan Imunisasi bagi Batita :

  • Hepatitis (HB) O : 1X pemberian 24 jam setelah bayi lahir.
  • BCG : 1X pemberian mulai bayi 1 bulan.
  • DPT-HB-HIB : 3X pemberian mulai bayi umur 2 bulan dengan jarak minimal ditambah 1 bulan. 1x pada usia 18 bulan.
  • Polio : 4x pemberian polio tetes mulai bayi umur 1 bulan. Di tambah 1x polio suntik bayi umur 4 bulan.
  • Campak/MR : 1X pemberian pada umur 9 bulan. Ditambah pada usia 18 bulan.

Vaksin yang sudah yang dibuat selalu diawasi oleh beberapa lembaga baik lembaga Nasional dan Internasional, sehingga aman untuk di gunakan. Lembaga yang mengawasi dari cara pembuatan, kebersihan, dan lingkungan.

Memang belum ada pengganti bahan baku dari imunisasi adalah minyak dari Babi akan tetapi, yang di ambil hanya ekstrak dari minyak Babi. Sehingga MUI telah sepakat bahwa Imunisasi itu adalah halal karena lebih banyak manfaatnya dan juga diambil ekstraknya bukan berasal dari babinya.

Ayo para Orang Tua segeralah imunisasi karena imunisasi sangat baik, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s