Mengenali Depresi dan Cara Mengatasinya

Depresi-

Akhir-akhir ini banyak kasus bunuh diri yang di tampilkan oleh media sosial, pemicu untuk terjadi bunuh diri adalah depresi. Depresi adalah penyakit yang tak dapat dianggap sebagai kelemahan karakter dan cara untuk mengendalikannya tergantung pada tingkat keparahan depresi. Dukungan perawat, keluarga, dan teman akan dapat membantu dalam penyembuhan depresi. Diperlukan kesabaran dan kegigihan untuk mengikuti perawatan dan pemulihannya membutuhkan waktu. Tekanan atau stress dapat juga memperparah depresi. Penyakit yang ditandai dengan rasa sedih yang berkepanjangan dan kehilangan minat terhadap kegiatan-kegiatan yang biasanya kita lakukan dengan senang hati. Tanda berikutnya adalah berhenti menjalankan kegiatan yang biasa dilakukam sehari-hari setidaknya selama dua minggu.

Selain itu, mereka yang mengalami depresi biasanya juga menjadi kurang aktif (energi menurun), mengalami perubahan nafsu makan, gangguan tidur (bisa lebih banyak atau kurang), cemas, kurang mampu konsentrasi, tidak mampu membuat keputusan, merasa tak berharga dan bersalah putus asa, diikuti dengan terlintasnya pemikiran untuk melukai diri sendiri atau bahkan bunuh diri. Bisa terjadi pada siapapun dan buka kelemahan watak/mental. Dapat disembuhkan dengan terapi, bisa dalam bentuk konsultasi atau pengobatan anti depresan, atau gabungan keduanya.

Jika merasa sedih atau merasa mengalami depresi cara mengatasinya :

  1. Bicaralah dengan orang yang kamu percayai mengenai perasaanmu.
  2. Cari bantuan profesional. Bisa mulai dengan ke tenaga kesehata dan dokter.
  3. Tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman dan orang sekitar.
  4. Berolahraga secara teratur walaupun hanya olahraga ringan.
  5. Biasakan untuk tetap makan dan tidur teratur.
  6. Hindari atau batasi konsumsi alkohol dan narkoba.
  7. Tetap melakukan hal-hal yang selalu kamu nikmati, bahkan ketika kehilangan selera untuk melakukannya.
  8. Tetap waspada dengan pikiran-pikiran negatif yang terus muncul serta kritik diri yang berlebihan dan coba gantikan dengan pikiran-pikiran positif. Beri semangat dan selamat pada diri kita sendiri atas apa yang sudah kita dapatkan.

Jika orang terdekat mengalami depresi maka ada hal yang harus dilakukan :

  1. Cari waktu dan tempat yang tenang untuk bicara tentang bunuh diri dengan orang yang anda khawatirkan. Beritahu mereka bahwa anda di situ untuk mendengarkan ceritanya.
  2. Dorong mereka untuk menari bantuan profesional di bidang kesehatan, misalnya dokter, pekerja sosial, konselor, psikolog atau psikiater. Tawarkan kepadanya untuk menemani bertemu dengan tenaga kesehatan tersebut.
  3. Bila menurut anda orang tersebut dalam bahaya, jangan ditinggalkan sendiri. Carilah bantuan profesional atau anggota keluarga.
  4. Bila orang yang anda khawatirkan ini tinggal bersama dengan anda, pastikan ia tidak dapat bisa menemukan alat-alat yang dapat melukainya (misalnya pestisida, senta api atau obat-obatan) di rumah.
  5. Tetaplah jaga hubungan untu melihat bagaimana kondisinya.

Jika ada yang mengalami depresi berikut cara mengatasinya :

  1. Jelaskan pada mereka bahwa anda mau membantu mendengarkan tanpa menghakimi dan menawarkan bantuan.
  2. Cari tahu lebih banyak tentang depresi.
  3. Dorong teman/keluarga dengan depresi untuk mencari bantuan profesional. Tawarkan padanya untuk menemani tenaga kesehatan.
  4. Bila mereka yang hidup dengan depresi mendapatkan resep, bantu untuk minum obat agar merasa lebih baik.
  5. Anda dapat menjalankan tugas harian dan memastikan teman/keluarga yang mengalamu depresi makan dan tidur teratur.
  6. Ajak/dorong untuk berolahraga dan melakukan kegiatan social.
  7. Bila teman/keluarga yang mengalami depresi mengutarakan pikiran untuk melukai diri sendiri, jangan ditinggalkan sendirian. Cari bantuan dari layanan darurat atau tenga kesehatan yang tepat (konselor, psikolog, psikiater). Sementara itu, amankan benda-benda seperti obat-obatan, benda tajam dan senjata lain.
  8. Jangan lupa untuk tetap merawat diri Anda dengan baik. Temukan cara untu bersantai dan melakukan hal-hal yang Anda nikmati.

Melahirkan bayi merupakan peristiwa besar dalam kehidupan seseorang. Kelahiran bayi juga dapat menyebabkan kekhawatiran, kelelahan dan kesedihan. Biasanya perasaan-perasaan itu tidak berlangsung lama namun bila berkelanjutan, mungkin mengalami depresi.

Jika ibu-ibu pasca melahirkan mengalami depresi cara mengatasinya :

  1. Diskusikan perasaan anda dengan mereka yang dekat dengan anda, minta dukungan mereka.
  2. Tetap jaga hubungan dengan keluaga dan menghabiskan waktu bersama mereka.
  3. Bila mungkin, keluar ruangan untuk menghirup udara segar.
  4. Bicaralah dengan ibu-ibu lain yang mungkin dapat memberikan nasihat atau berbagi pengalaman.
  5. Bicaralah dengan tenaga kesehatan yang dekat dengan anda.
  6. Segera cari bantuan, apalagi bila terlintas dalam pikiran anda untuk melukai diri anda atau bayi.

Ternyata bukan hanya orang dewasa saja yang mengalami depresi, anak-anak juga bisa mengalami depresi berikut ciri-cirinya :

  1. Menyendiri, menjauhi teman-temannya, rewel atau mudah marah, sering menangis, sulit berkonsentrasi di sekolah, perubahan dalam nafsu makan atau tidur bisa menjadi berlebihan atau berkurang.
  2. Anak-anak usianya lebih muda bisa kehilangan minat bermain. Anak-anak yag lebih besar biasnya melakukan hal berisiko lebih tinggi yang sebelumnya tidak berani mereka lakukan.

Jika anak mengalami depresi maka yang harus dilakukan :

  1. Obrolkan dengan anak tentang kegiatanya dan hal-hal yang terjadi di rumah, sekolah dan luar sekolah. Cobalah cari tahu hal yang mengganggu pikiran/perasaannya.
  2. Bicarakan dengan orang yang anda rasa cukup/sangat mengenal anak anda.
  3. Carilah bantuan dari tenaga kesehata professional (konsuler, psikolog, psikiater).
  4. Lindungi anak anda dari tekanan yang telalu besar bagi usianya, perlakuan yang merusak mental serta kekerasan.
  5. Perhatikan kesahatan fisik, mental dan keperluan anak anda terutama saat ada perubahan-perubahan besar dalam hidupnya, misalnya pindak ke sekolah baru atau masa puber.
  6. Upayakan anak anda cukup umur, makan teratur, aktif secara fisik dan melakukan kegiatan yang disukai.
  7. Luangkan cukup waktu dengan anak anda.
  8. Bila anak memiliki niatan atau malah sudah pernah melukai dirinya, carilah bantuan dari tega professional sesegera mungkin untuk mencegahnya.

 

Iklan

2 Comments Add yours

  1. Intan berembun berkata:

    Wah tulisan ini bagus bgt kak…

    Salam kenal ya kak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s