Aku Akan Melepaskanmu

Aku adalah seorang gadis yang sangat pemalu, apa bila aku bertemu dengan lelaki aku, tak berani. Hanya Ayah, Abang, dan Andy yang selalu menemani keseharianku, hanya mereka yang ada di saat aku membutuhkannya di kala suka maupun duka. Perkenalkan nama aku Cindy, Mahasiswi semester empat yang sedang sibuk-sibuknya menjalani rutinitas perkuliahan. Aku ingin memperkenalkan Andy, dia adalah teman aku satu-satunya yang selalu menemani aku, Andy itu adalah teman satu komunitas yang sangat pengertian.

Aku bingung dengan sikap dia kepada aku, entah mengapa aku merasakan berbeda dengan dia. Ah, itu mungkin, hanya perasaan aku saja. Aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi dari tatapan, senyuman, dan juga sikap dia kepadaku ketika aku dekat lelaki lain yang sangat mengangguku. Itulah Andy, yang selalu ada di setiap aku membutuhkan apa yang aku mau. Mungkin saja aku sudah luluh dengan sikapnya. Sepertinya, ada perasaan yang berbeda jika di dekatnya, yang tidak kumengerti.

Jika aku ingin jujur, aku belum pernah berpacaran. Aku hanya bisa menyukai seseorang dalam diam, mungkin sikap aku pengecut, tanpa bisa mengutarakan apa yang ada di dalam hati kepada orang yang aku sukai. Mungkin karena sikap aku yang mudah canggung kepada setiap lelaki yang aku sukai. Setiap kali aku di dekati oleh laki-laki aku langsung melarikan diri dan pura-pura acuh tak acuh, mungkin saja aku dianggap aneh oleh para lelaki itu.

Tetapi tidak dengan Andy, ketika aku mengenalnya, entah mengapa, ada magnet di dalam dirinya itu. Aku sangat bingung, biasanya aku langsung melarikan diri di saat dekati oleh lelaki, tetapi tidak dengannya. Mungkin karena kita satu hobi jadi mau mengobrol apa saja jadi mengalir. Andy mulai memperkenalkan aku dengan teman satu komunitasnya. Awal mula aku bertemu dengan Andy di mulai dengan perkenalan di Perpustakaan.

Aku selalu menghabiskan waktu dengan menunggu kelas di Perpustakaan, saat itulah Andy menghampiri aku. tanpa aku sadari Andy sekelas dengan aku, aku sangat suka buku sejarah dan Ia melihat aku membaca buku sejarah. Lalu Andy berbicara kepadaku tentang buku sejarah yang aku baca, kami mengobrol satu sama lain, berakhir dengan saling bertukar nomor handphone.

“Hai, kamu yang namanya Cindy ya?” Andy menyapa.

“Iya emangnya kenapa?” jawabku

“Ga apa-apa, btw kamu suka sama buku sejarah ya?” Andy bertanya.

“Iya, suka banget kenapa?” Jawabku

“Mau ga ikut komunitas aku, enak lho ada Mahasiswa sejarahnya.” Jelasnya

“Oke deh kalo begitu, sepertinya aku tertarik” jawabku

“kalo tertarik hubungin gw eh aku ya?” sambil mengangambil secarik kertas dan menulis nomor handphone.

“sip, nanti aku hubungin kamu Andy.” Melanjutkan baca buku.

Hari demi hari, bulan demi bulan, handphone aku tidak pernah berhenti berdering karena Andy dan itu membuat Ayah dan Abang terheran-heran melihatku, biasanya aku sibuk dengan buku tetapi ini aku sibuk dengan handphone.

Abang, “Ayah, lihat deh anak perempuan Ayah dah beda sekarang.”

Ayah, “Beda kenapa sih bang?” Ayah bingung

Abang, “Dulukan anak Ayah yang satu ini suka banget yang namanya buku gak pernah lepas dari yang namanya buku, tapi kok sekarang malah daritadi handphone aja yang di pegang.”

“Ih, abang apa-apaan sih sekali-kali aku mainin handphone”. Aku menjawabnya.

Aku bergegas menuju kamar dan membalas chat Andy.

Setelah beberapa lama aku chat dengan Andy, Andy memperkenalkan aku dengan teman-temannya yang menyukai sejarah. Seperti Ahmad, Mailany, Dina, dan Citra.

“Oy! kenalin nih temen gw, yang gw ceritain namanya Cindy.” Andy memperkenalkan aku kepada teman-temannya.

Ternyata aku sudah di ceritakan sama Andy, dengan perasaan malu-malu aku menperkenalkan diri kepada Ahmad, Mailany, Dina, dan Citra. Mereka menyambut aku dengan senang hati, aku merasa tersanjung dengan sambutan mereka.

Aku sangat senang sekali bertemu dengan mereka. Satu hari dalam seminggu aku meluangkan waktu bertemu mereka untuk berdiskusi, dan mengunjungi Museum baik di dalam kota maupun di luar kota. Hari-hari aku sangat berarti, dan entah mengapa ada yang aneh bila aku bersama Andy.

Aku merasa ingin terus saat bersama Andy, entah mengapa aku ingin marah jika Andy berada di dekat Citra. Apakah aku sudah jatuh cinta kepada Andy? akupun tidak mengerti, karena aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Ada rasa di mana aku ingin tahu apa yang disukai dan tidak disukai terlebih lagi sifat Andy, yang selalu membuat aku ingin memilikinya. Candanya, tawanya, dan juga senyumannya yang ingin sekali aku melihatnya. Setelah beberapa bulan aku tidak bertemu Andy, aku mendengar kabar bahwa Andy menyukai Citra.

Andy selalu melihat Citra dan mendekati Citra kemanapun ia pergi. Rasanya pedih sekali melihat Andy, jika aku bertanya tentang Citra, Andy sangat bersemangat sekali, Ia tidak pernah melepaskan pandangannya itu.

Aku sangat cemburu melihat Andy bersama Citra, melihat Citra aku ingin marah. Tetapi untuk apa aku memarahi Citra dengan alasan Andy? itu adalah hal yang mustahil. Terpaksa aku hanya bisa memendam perasaanku. Aku hanya bisa berpura-pura tidak menyukai Andy, karena aku tidak tahu ingin ia mengetahui perasaanku, aku rasanya memaki diriku sendiri.

Seketika aku mendengar kabar bahwa Andy sudah menjadi kekasih Citra, hatiku hancur dan hanya bisa menangis di dalam kamar. Aku merasa menyesal, mengapa aku tidak memberitahu perasaanku sesungguhnya. Nasi sudah menjadi bubur dan penyesalan selalu datang terlambat.

Akhirnya, aku hanya ingin memastikan kabar tersebut benar atau tidak. Setelah mendengar kabar Andy, hati aku makin perih. Beberapa hari aku hanya menghindari Andy dan membuatnya bingung mengapa aku menghindarinya. Dengan alasan aku ingin focus untuk ujian dan Andy kesal aku membuat alasan itu.

Andy merasa alasan tersebut tidak masuk akal, Andy memaksaku untuk menceritakan sikapku kepadanya dengan sejujurmya. Entah mengapa aku berkata dengan jujur, kunyatakan bahwa aku mencintainya.

“Citra, lo kenapa sih menghindari gw?” tanya Andy

“gw mau focus aja kok Dy.” Jawabku

“bohong, kalo lo mau focus kenapa lo suka main ke basecamp?” Andy mempertegas

“Anu hhhmmm aannuu” aku kehabisan kata-kata

“Anu apaan sih Cind?” tanya Andy

“sebenarnya, gw suka sama lo tapi lo udah jadian sama Citra” Jelas aku

Andy terkejut mendengar hal itu, aku tidak sadar dan malu mengatakannya. Aku hanya diam membisu. Andy melihat aku karena dia tidak percaya apa yang aku katakan, dan diapun terdiam.

Dia hanya mengatakan “mengapa lo ga bilang dari dulu, kalo lo suka sama gw?”

“Sebenarnya, gw juga ragu sama perasaan gw, jadinya gw ga ungkapin ke lo”

“Kalo gw tahu lo itu suka ma gw, gw pasti akan milih lo tapi sekarang terlambat. Lo tahu ga gw ma Citra sedikit lagi mau menikah” jelas Andy

“masa sih Dy, lo mau nikah?” aku terkejut mendengarnya

Ternyata dahulu Andy sudah menyukaiku dan aku terlambat mengatakan karena sebentar lagi dia akan “menikah”.

Andy menceritakan kepadaku pernikahannya dengan Citra itu hanya keterpaksaan, Citra sudah hamil dan yang menghamilinya adalah Andy. Aku terkejut, ternyata Andy yang aku nilai lelaki baik-baik, Andy bisa melakukan hal seperti itu. Andy berlutut kepadaku dan ingin menjadikanku kekasihnya tetapi aku menolaknya. Aku tidak mau menjadi duri dalam pernikahan, aku harus merelakan Andy bersama Citra, walaupun dengan hati perih dan selalu mendoakan agar pernikahan mereka bahagia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s